Pages


TRIBUNNEWSBATAM.COM, KARIMUN - Penggila mancing di Karimun yang tergabung dalam Restu Bumi Karimun Fishing Communitty (RBKFC) tampaknya tak ingin ketinggalan mengikuti International Fishing Tournament 2013 di Batam. Satu tim dikirim RBKFC untuk berjaya pada lomba yang digelar atas kerja sama Tribun Batam dan Batam Fishing Club tersebut. “Jauh-jauh hari kami sudah mendaftarkan diri di ajang bergengsi ini. Anggota tim sudah menyatakan kesiapannya khusus untuk lomba ini,” kata Yudi Arrisandi selaku Ketua RBKFC kepada Tribun sebelum keberangkatannya di Kolam Pancing Restu Bumi, Jumat (4/5/2013). Selanjutnya...

0 komentar Link ke posting ini  

RBKFC


RBKFC Karimun Ikuti Lomba Mancing Internasional 2013



Karimun, Kepri (Jurnal) - Tim Restu Bumi Karimun Fishing Community (RBKFC) Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mengikuti turnamen lomba mancing Internasional Batam Fishing Community yang diadakan Harian Tribun Batam bekerja sama dengan Batam Fishing Club berlokasi di Pulau Abang Kota Batam.

Yudi Arrisandi selaku Ketua RBKFC ketika dikonfirmasi mengatakan, anggota yang diberangkatkan mengikuti lomba tersebut sebanyak 10 , yang terbagi dalam dua kelompok. Untuk lomba mancing di laut 4 orang terdiri dari Yudi Arrisandi, Zaky Kumara, Sugianto dan Bahindra, sedangkan untuk 6 lainnya mengikuti lomba mancing di kolam. Selnajutnya...

0 komentar Link ke posting ini  

SUAP MENYUAP

Pertama kali saya ingin mengingatkan bahwa suap (risywah) yang diharamkan adalah yang diberikan oleh seseorang untuk menghilangkan suatu hak atau mengukuhkan kebatilan. Adapun suap yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan haknya atau mencegah kezhaliman atau kemudaharatan maka ia dibolehkan menurut jumhur ulama dan dosa darinya ditimpakan kepada orang yang menerima suap bukan kepada orang yang memberikan suap. Selengkapnya...

0 komentar Link ke posting ini  

SEKILAS TENTANG ABU NAWAS





ABU NAWAS ( sering pula disebut Abu Nuwas ) adalah legenda, bernama asli Abu Hani Muhammad b in Hakam. Sastrawan dan penyair humoris ini diyakini hidup masa pemerintahan Khilafah Abbasiyah (786-890 M), era pemerintahan Sultan Harun Al-Rasyid Al-Abassi, dan meninggal di Bagdhad tahun 810 M. Ia dilahirkan di kota Al-Ahwaz, Persia, dan dibesarkan di Kota Basrah, Irak.



Nama Abu Nawas berarti “Bapak Si Rambut Ikat”, merujuk pada dua ikatan rambut panjangnya yang sampai sebahu. Semasa kecil, Abu Nawas “dijual” oleh ibunya kepada seorang penjaga toko dari Yaman, Sa'ad al-Yashira. Semasa remaja, ia bekerja di sebuah toko di Basrah, Irak. Saat itulah, ketampanan dan kecerdasannya menarik perhatian seorang penyair berambut pirang, Waliban Ibnu Al-Hubab. Abu Nawas muda pun dibeli dan dimerdekakannya. Al-Hubab mengajari Abu Nawas ilmu ketuhanan (teologi), bahasa Arab, dan puisi. Abu Nawas lalu belajar juga kepada Khalaf Al-Ahmar. Selanjutnya...

2 komentar Link ke posting ini  

Seputaran View: Lua Biase Puase Tiap Tahon


Seputaran View: Lua Biase Puase Tiap Tahon: "Memang lua biase budak budak jaman sekarang ni, ase abes buke puase ( kadang sebelom buke pon de maen ) aje ngeledas merecon, maen meriam 'bam sane, bam sini, bam situ, kadang dah tak ade tempat yg tak kene bam." Bace Selengkapnye....

0 komentar Link ke posting ini  

Seputaran View: Peluncuran Blog

Seputaran View: Peluncuran Blog: "Alhamdulillah akhirnye berkat ketabahan hati yang setabah tabahnye, akhernye jadi juge blog kecik yg same sekali belom ditengok orang ni, 'c..."

1 komentar Link ke posting ini